|
Written by admin
|
|
Rabu, 31 Desember 2008 |
|
Jatim mendapat julukan gudangnya pangan dan produk pertanian nasional. Ini tidak salah, maklum sejak beberapa tahun terakhir, dari Jawa Timur minimal 2 juta ton beras selalu diberikan untuk konsumsi nasional setiap tahunnya. Setiap tahun, surplus beras Jatim yang menjadi konsumsi nasional rata-rata 2,4 juta ton. Ini didapat dari hasil produksi 9,3 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), jika disetarakan beras sekitar 5 juta ton. Setelah dikurangi konsumsi rata-rata masyarakat Jatim selama setahun sekitar 3 juta ton, maka sisanya menjadi konsumsi nasional. Semua itu terjadi berkat kejelian Jawa Timur meningkatkan produktivitas dan produksi pada lahan pertaniannya serta menambah pengalaman tentang sektor agrobisnis. Dengan predikat penghasil pangan terbanyak, tentunya merupakan prestasi yang harus dipertahankan. Karena dengan begitu, rakyat Jawa Timur tidak perlu lagi risau dengan kebutuhan pangannya sekaligus lebih berbangga diri karena bisa membantu negaranya dalam pemenuhan kebuthan pangan secara nasional. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Propinsi Jatim, Drs Chusnul Arifien Damuri MSI MM saat membuka Peringatan Ke-28 Hari Pangan Sedunia di Badan Ketahanan Pangan Prop Jatim beberapa waktu lalu juga menegaskan bahwa Jatim tidak akan mengalami kekurangan atau rawan pangan. Ini karena setiap tahunnya kontribusi Jatim terhadap kebutuhan pangan Nasional rata-rata mencapai 16,48% untuk beras dan 32% untuk jagung. |
|
Last Updated ( Selasa, 06 April 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
TAHUN 2009, SURPLUS BERAS JATIM DITARGET EMPAT JUTA TON |
|
Written by admin
|
|
Rabu, 31 Desember 2008 |
|
Tahun 2009, Jatim menargetkan surplus beras empat juta ton. Surplus tersebut didapat dari pengembangan bibit padi hibrida seluas 625 ribu hektare dari total lahan sawah di Jatim 1,7 juta hektare.
Hal ini disampaikan Pj Gubernur, Setia Purwaka saat pencanangan tanam padi hibrida di Dusun Wates, Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/12). Dikatakannya, hal itu ditargetkan karena tahun 2008 ini produktivitas padi di Jatim meningkat. Capaian produksi padi tahun 2008 di Jatim, sebesar 10.448.294 ton GKG atau setara beras 6.790.741 ton. Ini artinya surplus beras di Jatim mencapai 3.222.559 ton. “Ini tidak terlepas dari dukungan pupuk dan benih unggul,” katanya. Peningkatan tersebut menggunakan dana APBD Jatim dengan mengalokasikan bantuan benih padi hibrida sebanyak 291 ton untuk areal sawah seluas 19.400 hektare. Areal tersebut tersebar di 29 kabupaten di Jawa Timur. Di Ponorogo sendiri seluas 1.250 hektare. |
|
Last Updated ( Rabu, 31 Desember 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras |
|
Written by Web Master
|
|
Kamis, 12 Juni 2008 |
Jakarta - Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan beras yang diatur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2008 tentang Kebijakan Perberasan, yang mulai berlaku hari Selasa (22/4).
Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani yang sebelumnya ditetapkan senilai Rp2.000 per kilogram (kg) berdasar Inpres Nomor 3/2007 naik menjadi Rp2.200 per kg. Harga Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog naik dari Rp2.600 per kg menjadi Rp2.840 per kg.. |
|
Last Updated ( Selasa, 28 Oktober 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 5 |