Home

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register
TAHUN 2009, SURPLUS BERAS JATIM DITARGET EMPAT JUTA TON
Written by admin   
Rabu, 31 Desember 2008

Tahun 2009, Jatim menargetkan surplus beras empat juta ton. Surplus tersebut didapat dari pengembangan bibit padi hibrida seluas 625 ribu hektare dari total lahan sawah di Jatim 1,7 juta hektare.

Hal ini disampaikan Pj Gubernur, Setia Purwaka saat pencanangan tanam padi hibrida di Dusun Wates, Desa Ngrandu, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/12).
Dikatakannya, hal itu ditargetkan karena tahun 2008 ini produktivitas padi di Jatim meningkat. Capaian produksi padi tahun 2008 di Jatim, sebesar 10.448.294 ton GKG atau setara beras 6.790.741 ton. Ini artinya surplus beras di Jatim mencapai 3.222.559 ton. “Ini tidak terlepas dari dukungan pupuk dan benih unggul,” katanya.
Peningkatan tersebut menggunakan dana APBD Jatim dengan mengalokasikan bantuan benih padi hibrida sebanyak 291 ton untuk areal sawah seluas 19.400 hektare. Areal tersebut tersebar di 29 kabupaten di Jawa Timur. Di Ponorogo sendiri seluas 1.250 hektare.

Sedangkan bantuan langsung pupuk dalam upaya peningkatan produksi padi, pemprop mengalokasikan pupuk MPK sebanyak 10.384 ton, pupuk organik granular 31.154 ton dan pupuk organik cair 207.699 liter.
Khusus Ponorogo mendapatkan 313,3 ton pupuk MPK, 939,9 ton organik granular, dan 6.266 liter organik cair. Bantuan pupuk tersebut didistribusikan PT Pertanian Sang Hyang Feri (SHF).
Di tahun 2008, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan holtikultura di Jatim dari dana APBN yakni Rp 2223.113.662.000. Selain itu juga memperbaiki produksi tanaman pangan utama dengan mengambil dana APBD Jatim senilai Rp 118.134.915.000.
Dari dana tersebut untuk sektor pertanian, Jatim memperoleh 10.260.123 ton gabah kering giling (GKG), 4.876.136 ton jagung pipilan kering, dan kedelai 368.919 ton ose.
Namun demikian, kata Setia, perlu dimaklumi karena sebenarnya pupuk dan benih bersubsidi pada tahun 2008 mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut disebabkan antara lain, jumlah alokasi pupuk bersubsidi kurang dibandingkan dengan kebutuhan pupuk oleh petani.
Apalagi waktu musim penghujan dan musim tanam bersamaan di beberapa kabupaten, sehingga dalam bulan November dan Desember kebutuhan pupuk meningkat melebihi pupuk yang dialokasikan.
Selanjutnya, pertumbuhan tanaman pangan pada areal pertanian sekitar 171.664 hektare juga membutuhkan pupuk kimia. Meski lahan tersebut belum termasuk dalam perencanaan kebutuhan tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan ini, pemprop berupaya untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Pemprop mengusulkan tambahan pupuk kepada menteri pertanian sebanyak 82 ton urea, 32.600 ton jenis ZA dan 29.680 ton pupuk MPK. Tambahan pupuk tersebut digunakan untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi sampai akhir tahun 2008.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Muhadi Suyono SH MSi menambahkan, terkait beberapa pupuk dan benih bersubsidi, masyarakat Ponorogo menyambut baik dan semua telah disalurkan sesuai aturan dari pusat. Untuk tahun 2009, bantuan benih dan pupuk kembali akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.(Sumber : Dinas Infokom Jatim.)
Last Updated ( Rabu, 31 Desember 2008 )
 
< Prev   Next >