| TAHUN 2009, SURPLUS BERAS JATIM DITARGET EMPAT JUTA TON |
| Written by admin | |
| Rabu, 31 Desember 2008 | |
|
Tahun 2009, Jatim menargetkan surplus beras empat juta ton. Surplus tersebut didapat dari pengembangan bibit padi hibrida seluas 625 ribu hektare dari total lahan sawah di Jatim 1,7 juta hektare. Khusus Ponorogo mendapatkan 313,3 ton pupuk MPK, 939,9 ton organik granular, dan 6.266 liter organik cair. Bantuan pupuk tersebut didistribusikan PT Pertanian Sang Hyang Feri (SHF). Di tahun 2008, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan holtikultura di Jatim dari dana APBN yakni Rp 2223.113.662.000. Selain itu juga memperbaiki produksi tanaman pangan utama dengan mengambil dana APBD Jatim senilai Rp 118.134.915.000. Dari dana tersebut untuk sektor pertanian, Jatim memperoleh 10.260.123 ton gabah kering giling (GKG), 4.876.136 ton jagung pipilan kering, dan kedelai 368.919 ton ose. Namun demikian, kata Setia, perlu dimaklumi karena sebenarnya pupuk dan benih bersubsidi pada tahun 2008 mengalami permasalahan. Permasalahan tersebut disebabkan antara lain, jumlah alokasi pupuk bersubsidi kurang dibandingkan dengan kebutuhan pupuk oleh petani. Apalagi waktu musim penghujan dan musim tanam bersamaan di beberapa kabupaten, sehingga dalam bulan November dan Desember kebutuhan pupuk meningkat melebihi pupuk yang dialokasikan. Selanjutnya, pertumbuhan tanaman pangan pada areal pertanian sekitar 171.664 hektare juga membutuhkan pupuk kimia. Meski lahan tersebut belum termasuk dalam perencanaan kebutuhan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemprop berupaya untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Pemprop mengusulkan tambahan pupuk kepada menteri pertanian sebanyak 82 ton urea, 32.600 ton jenis ZA dan 29.680 ton pupuk MPK. Tambahan pupuk tersebut digunakan untuk mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi sampai akhir tahun 2008. Sementara itu, Bupati Ponorogo Muhadi Suyono SH MSi menambahkan, terkait beberapa pupuk dan benih bersubsidi, masyarakat Ponorogo menyambut baik dan semua telah disalurkan sesuai aturan dari pusat. Untuk tahun 2009, bantuan benih dan pupuk kembali akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.(Sumber : Dinas Infokom Jatim.) |
|
| Last Updated ( Rabu, 31 Desember 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|